Tata Tertib Siswa

KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 39 SEMARANG
NOMOR : 420/404.a/2014
TENTANG
TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMP NEGERI 39 SEMARANG

BAB I

KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :

  1. Tata Krama adalah seperangkat pranata sosial / etika tata kehidupan sosial sekolah ang merupakan acuan norma untuk ditaati bersama.
  2. Tata tertib peserta didik SMP 39 Semarang adalah seperangkat aturan guna menertibkan perilaku peserta didik SMP 39 Semarang selama mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) agar hasilnya tercapai maksimal.
  3. Peserta didik adalah semua peserta didik SMP 39 Semarang yang dalam surat keputusan ini merupakan bagian dari sekolah yang berkewajiban menjalani tata tertib.
  4. Kepala Sekolah, Guru dan Staf Tata Usaha adalah bagian dari sekolah yang dalam surat keputusan ini berkewajiban menegakkan tata tertib dengan tugas mengidentifikasi kepada peserta didik yang melakukan pelanggaran.
  5. Kepala Sekolah dan Guru adalah bagian dari sekolah yang dalam surat keputusan ini berkewajiban menjalankan tata tertib, dengan tugas memproses, menjatuhkan sanksi kepada peserta didik pelaku pelanggaran.
  6. Jam – jam kegiatan sekolah adalah waktu kegiatan belajar mengajar di sekolah, waktu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan waktu perjalanan berangkat/pulang sekolah berpakaian seragam sekolah.

BAB II

KEAMANAN
Pasal 2

  1. Peserta didik dilarang mengambil / mencuri barang atau uang milik teman, warga sekolah atau barang milik sekolah.
  2. Peserta didik dilarang merusak barang – barang milik teman, warga sekolah atau barang milik sekolah
  3. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis serta mengembalikan barang atau uang yang diambil
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik dikembalikan kepada orang tua
  4. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 2 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis serta mengganti barang yang dirusak
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.

Pasal 3

  1. Peserta didik dilarang meminta dengan paksa atau menipu teman untuk mendapatkan sejumlah uang / barang.
  2. Peserta didik dilarang menghasut teman/provokator sehingga menyebabkan terjadinya keributan/kerusuhan/perkelahian di dalam maupun di luar lingkungan sekolah
  3. Peserta didik dilarang berkelahi dengan alasan apapun di dalam maupun di luar lingkungan sekolah pada jam – jam kegiatan sekolah serta dengan masih berseragam sekolah
  4. Peserta didik dilarang menganiaya teman/melakukan tindakan kekerasan dengan alasan apapun yang menyebabkan luka ringan pada korban.
  5. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1 dan 2 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis serta mengembalikan barang yang diminta
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis serta mengembalikan uang/barang yang diminta
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua
  6. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 3 dan 4 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik dikembalikan kepada orang tua

Pasal 4

  1. Peserta didik dilarang membawa rokok atau merokok, membawa alat judi atau berjudi, membawa petasan atau menyalakan petasan,.
  2. Peserta didik dilarang melakukan perbuatan yang melanggar etika, berpacaran, berciuman, berpelukan dengan teman yang berbeda jenis kelamin di lingkungan sekolah.
  3. Peserta didik dilarang membawa barang yang mengandung unsur pornografi, melakukan perbuatan asusila, melakukan pelecehan sexual terhadap teman.
  4. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1 dan 2 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis serta barang yang dibawa disita oleh sekolah
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis serta barang yang dibawa disita oleh sekolah
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua
  5. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 3 adalah :
    1. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik dikembalikan kepada orang tua

Pasal 5

  1. Peserta didik yang bersepeda ke sekolah, wajib menempatkan sepeda di tempat yang telah disediakan dalam keadaan terkunci.
  2. Peserta didik dilarang mengendarai sepeda di dalam lingkungan / halaman sekolah.
  3. Peserta didik dilarang membawa sepeda motor ke sekolah dan mengendarai sepeda motor di dalam lingkungan / halaman sekolah pada jam-jam kegiatan sekolah.
  4. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 2 da 3 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, sepeda/sepeda motor disita oleh sekolah dan akan dikembalikan pada saat peserta didik dan orang tua mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua

BAB III

KEBERSIHAN
Pasal 6

Untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan kelas peserta didik diwajibkan :

  1. Membersihkan ruang kelas dan lingkungan kelas masing- masing sesuai jadwal piket kebersihan kelas.
  2. Membuang sampah di tempat – tempat pembuangan sampah yang telah disediakan
  3. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1 dan 2 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua

Pasal 7

Untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, selama jam kegiatan di lingkungan
sekolah peserta didik dilarang :

  1. Melakukan aksi corat – coret, menggores dengan benda tajam, menempel stiker terhadap barang – barang /dinding/fasilitas yang berada di lingkungan sekolah.
  2. Meludah, membuang dahak dan ingus dengan segaja di dalam kelas.
  3. Membawa bahan pencemar, Tip Ex cair, lem karet, tinta cair yang tidak terkait dengan pembelajaran.
  4. Keluar dari ingkungan sekolah tanpa ijin
  5. Jajan/membeli makanan di luar lingkungan sekolah
  6. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1, 2, 3, 4 dan 5 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan
      tertulis
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang
      tua

BAB IV

KETERTIBAN
Pasal 8

  1. Sekolah dimulai pukul 07.00 WIB setiap hari, kecuali pada saat upacara, masuk pukul 06.45 WIB.
  2. Peserta didik datang 10 ( sepuluh ) menit sebelum pelajaran dimulai.
  3. Bila ada kegiatan khusus, peserta didik akan menerima pemberitahuan dari
    sekolah.

Pasal 9

  1. Peserta didik yang datang terlambat diijinkan masuk ke kelas setelah mendapat surat keterangan izin masuk dan dicatat pelanggarannya oleh Guru Piket / Guru BK.
  2. Peserta didik yang datang terlambat untuk ketiga kalinya akan mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis
  3. Peserta didik yang datang terlambat sampai lebih dari tiga kali, peserta didik dan orang tua akan mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis

Pasal 10

  1. Peserta didik yang berhalangan hadir harus memberikan surat keterangan (izin) dari Orang Tua atau Wali.
  2. Surat izin sakit lebih dari 3 ( tiga ) hari harus dilampiri surat keterangan dokter.
  3. Peserta didik yang tidak masuk tanpa surat keterangan untuk ketiga kalinya akan mendapatkan sanksi.
  4. Peserta didik yang tidak masuk tanpa surat keterangan untuk ketiga kalinya akan mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis
  5. Peserta didik yang tidak masuk tanpa surat keterangan sampai lebih dari tiga kali, peserta didik dan orang tua akan mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis

Pasal 11

  1. Sebelum pelajaran dimulai pengurus kelas wajib mengisi lembar jurnal pelajaran, buku dan papan presensi peserta didik.
  2. Peserta didik berdoa bersama – sama dipimpin ketua kelas sebelum pelajaran jam pertama dimulai dan sesudah pelajaran jam terakhir berakhir.
  3. Apabila 5 ( lima ) menit setelah bel berbunyi guru belum datang, pengurus kelas wajib mencari keterangan pada guru piket.

Pasal 12

  1. Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung peserta didik:
    1. Wajib mengikuti pelajaran secara tertib dalam sikap dan perilaku.
    2. Dilarang meninggalkan buku – buku pelajaran di sekolah.
    3. Dilarang membawa Handphone ( HP ), Tablet (Tab), dan Laptop
  2. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar butir 1b adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua
  3. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar butir 1c adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis. Handphone (HP), Tablet (Tab), atau Laptop disimpan pihak sekolah dan akan dikembalikan kepada orang tua/wali peserta didik setelah disimpan oleh sekolah selama 6 (enam) bulan sejak terjadinya pelanggaran pertama. Sekolah tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan barang tersebut selama penyimpanan.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis. Handphone (HP), Tablet (Tab), atau Laptop disimpan pihak sekolah dan akan dikembalikan kepada orang tua/wali peserta didik setelah disimpan oleh sekolah selama 1 (satu) tahun sejak terjadinya pelanggaran kedua. Sekolah tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan barang tersebut selama penyimpanan.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua

Pasal 13

Selama istirahat peserta didik berada di luar kelas dan tetap di dalam lingkungan sekolah.

Pasal 14

Peserta didik yang karena sesuatu hal harus meninggalkan sekolah sebelum jam pelajaran berakhir harus mendapatkan izin tertulis dari guru piket dan sepengetahuan guru kelas

Pasal 15

  1. Peserta didik dilarang berbicara kotor, memaki atau berlaku tidak sopan kepada seluruh warga sekolah.
  2. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua

Pasal 16

  1. Pakaian seragam OSIS terdiri dari baju putih dengan atributnya, celana biru tua atau rok biru, sepatu hitam polos, tali sepatu hitam, kaos kaki putih 10 cm di atas sepatu dan ikat pinggang hitam berlogo sekolah.
  2. Pakaian seragam pramuka terdiri dari baju coklat muda dengan kelengkapannya, celana atau rok coklat, sepatu hitam polos, tali sepatu hitam, kaos kaki hitam 10 cm di atas sepatu dan ikat pinggang hitam berlogo sekolah.
  3. Pakaian seragam batik terdiri baju batik SMP 39 Semarang dan atributnya, celana biru atau rok biru, sepatu hitam polos, tali sepatu hitam kaos, kaki putih 10 cm di atas sepatu dan ikat pinggang hitam berlogo sekolah.
  4. Pakaian seragam upacara terdiri dari pakaian seragam OSIS dilengkapi topi OSIS.
  5. Pakaian seragam olah raga terdiri dari kaos olah raga dan celana olah raga yang ditetapkan sekolah.
  6. Bagi peserta didik yang mengenakan Jilbab warna kerudung menyesuaikan seragam sekolah sebagai berikut :
    1. Pakaian seragam OSIS, warna kerudung PUTIH.
    2. Pakaian seragan Batik, warna kerudung PUTIH
    3. Pakaian seragam Pramuka, warna kerudung COKLAT TUA
    4. Pakaian seragam Batik Identitas, warna kerudung PUTIH
    5. Pakaian seragam Olah Raga, warna kerudung PUTIH
  7. Bagi peserta didik yang mengenakan Jilbab, harus tetap dipakai selama berada di sekolah.

Pasal 17

  1. Selama jam belajar peserta didik wajib mengenakan pakaian seragam yang ditetapkan oleh sekolah.
  2. Pengenaan pakaian seragam sekolah diatur sebagai berikut :
    1. Pakaian seragam OSIS dikenakan pada hari Senin sampai dengan Rabu
    2. Pakaian seragan Batik Semarang dikenakan pada hari Kamis
    3. Pakaian seragam Pramuka dikenakan pada hari Jumat.
    4. Pakaian seragam Batik Identitas sekolah dikenakan pada hari Sabtu.
    5. Pakaian seragam Upacara dikenakan pada saat upacara.
    6. Pakaian olah raga dikenakan pada saat olah raga dan pada saat SKJ
    7. Bila sekolah mengadakan upacara / kegiatan yang mengharuskan peserta didik mengenakan pakaian di luar ketentuan di atas ( pasal 16 ) peserta didik akan menerima
      pemberitahuan dari sekolah.

Pasal 18

Pada saat kegiatan ekstra kurikuler, peserta didik mengenakan pakaian sesuai dengan pakaian yang ditetapkan oleh guru pembina ekstra kurikuler yang bersangkutan

Pasal 19

  1. Peserta didik dilarang membuat coretan maupun tulisan pada pakaian seragam.
  2. Peserta didik dilarang memakai seragam, atribut lain selain atribut SMP Negeri 39 Semarang.
  3. Peserta didik dilarang memakai pakaian seragam dengan ukuran yang terlalu ketat.
  4. Pemasangan atribut harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh sekolah.
  5. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar butir 1 dan 3 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua

BAB V

KEINDAHAN
Pasal 20

  1. Peserta didik putra dilarang menggunakan perhiasan berupa : anting, gelang tangan atau kaki dan kalung serta tidak bertato maupun bertindik, sedangkan peserta didik putri dilarang menggunakan perhiasan dan kosmetik secara berlebihan.
  2. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar butir 1 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik dan orang tua mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua

Pasal 21

  1. Rambut peserta didik diatur rapi dan tidak boleh diwarnai, untuk peserta didik putra tidak boleh gundul dan tidak boleh gondrong ( rambut tidak boleh menyentuh krah baju ).
  2. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar butir 1 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua

Pasal 22

Peserta didik wajib ikut menciptakan, menjaga dan memelihara keindahan dan kerapian ruang kelas dan lingkungan sekolah.

BAB VI

KEKELUARGAAN
Pasal 26

  1. Peserta didik wajib ikut menciptakan, memelihara dan mengembangkan rasa kekeluargaan.
  2. Peserta didik wajib memberikan dukungan moral dan material. Bila ada peserta didik mengalami musibah, pelaksanaannya diatur oleh OSIS.
  3. Peserta didik yang berprestasi mendapatkan penghargaan dari sekolah.

BAB VII

SOPAN SANTUN PERGAULAN
Pasal 23

Dalam pergaulan sehari – hari di sekolah, setiap peserta didik hendaknya :

  1. Mengucapkan salam terhadap teman, kepala sekolah, guru dan pegawai sekolah apabila baru bertemu pada waktu pagi / siang hari atau berpisah pada waktu pagi / sore.
  2. Menghormati sesama peserta didik, menghargai perbedaan agama yang dianut dan latar – belakang sosial budaya yang dimiliki oleh masing – masing teman baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  3. Menghormati ide, pikiran dan pendapat, hak cipta orang lain, dan hak miliki teman dan warga sekolah.
  4. Berani menyampaikan sesuatu yang salah adalah salah dan menyatakan sesuatu yang benar adalah benar
  5. Menyampaikan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan orang lain
  6. Membiasakan diri mnegucapkan terima kasih kalau memperoleh bantuan atau jasa dari orang lain
  7. Berani mengakui kesalahan yang terlanjur telah dilakukan dan meminta maaf apabila merasa melanggar hak orang lain atau berbuat salah kepada orang lain.
  8. Menggunakan bahasa ( kata ) yang sopan dan beradab yang membedakan hubungan dengan orang lebih tua dan teman sejawat, dan tidak menggunakan kata – kata kotor dan kasar, cacian dan bersifat pornografi

BAB VIII

UPACARA BENDERA DAN PERINGATAN HARI-HARI BESAR
Pasal 24

  1. Upacara bendera setiap hari senin
    1. Setiap peserta didik wajib mengikuti upacara bendera dengan pakaian seragam yang telah ditentukan sekolah
  2. Peringatan Hari Besar
    1. Setiap peserta didik wajib mengikuti upacara peringatan hari – hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan, Hari Pendidikan Nasional, dll, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    2. Setiap peserta didik wajib mengikuti upacara peringatan hari – hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi, Isra Mi’raj, Idul Adha, Natal Paskah, Nyepi Galungan, Waisak, dll, sesuai dengan agama yang dianut.

BAB IX

KEGIATAN KEAGAMAAN
Pasal 25

  1. Setiap peserta didik wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut
  2. Setiap peserta didik diharuskan mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh sekolah, sesuai dengan agama yang dianut.

BAB X

PELANGGARAN BERAT
Pasal 26

  1. Setiap peserta didik wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut
  2. Setiap peserta didik diharuskan mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh sekolah, sesuai dengan agama yang dianut.

BAB XI

LAIN-LAIN
Pasal 27

  1. Peserta didik yang tidak membawa buku tata krama dan tata tertib mendapat pembinaan dari sekolah
  2. Peserta didik yang menghilangkan buku tata krama dan tata tertib mendapat buku tata tertib pengganti dengan mengganti ongkos cetak.

BAB XII

PENUTUP
Pasal 28

  1. Tata Tertib Peserta Didik ini bisa ditinjau kembali sesuai situasi dan kondisi.
  2. Hal – hal yang belum tercantum akan ditetapkan kemudian.
  3. Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.


Jl. Sompok 43 A No.Telp. ( 024 ) 8311540 Semarang 50242